Termometer Inframerah Aman Intrinsik untuk Pertambangan CWH800
Model: CWH800
Perkenalan:
Teknologi pengukuran suhu inframerah telah dikembangkan untuk memindai dan mengukur suhu pada permukaan yang mengalami perubahan termal, menentukan citra distribusi suhunya, dan dengan cepat mendeteksi perbedaan suhu yang tersembunyi. Inilah yang disebut pencitraan termal inframerah. Pencitraan termal inframerah pertama kali digunakan di militer, ketika perusahaan TI Amerika Serikat mengembangkan sistem pengintaian pemindaian inframerah pertama di dunia pada tahun 1990-an. Kemudian, teknologi pencitraan termal inframerah telah digunakan pada pesawat terbang, tank, kapal perang, dan senjata lainnya di negara-negara Barat. Sebagai sistem penargetan termal untuk target pengintaian, teknologi ini telah sangat meningkatkan kemampuan untuk mencari dan mengenai target. Termometer inframerah Fluke berada di posisi terdepan dalam teknologi sipil. Namun, bagaimana membuat teknologi pengukuran suhu inframerah digunakan secara luas masih merupakan subjek aplikasi yang layak dipelajari.
Prinsip kerja termometer
Termometer inframerah terdiri dari sistem optik, fotodetektor, penguat sinyal, pengolahan sinyal, keluaran tampilan, dan bagian-bagian lainnya. Sistem optik memusatkan energi radiasi inframerah dari target dalam bidang pandangnya, dan ukuran bidang pandang ditentukan oleh bagian-bagian optik termometer dan posisinya. Energi inframerah difokuskan pada fotodetektor dan diubah menjadi sinyal listrik yang sesuai. Sinyal melewati penguat dan rangkaian pengolahan sinyal, dan diubah menjadi nilai suhu target yang diukur setelah dikoreksi sesuai dengan algoritma internal instrumen dan emisivitas target.
Di alam, semua objek yang suhunya lebih tinggi dari nol mutlak terus-menerus memancarkan energi radiasi inframerah ke ruang sekitarnya. Besarnya energi radiasi inframerah suatu objek dan distribusinya menurut panjang gelombang memiliki hubungan yang sangat erat dengan suhu permukaannya. Oleh karena itu, dengan mengukur energi inframerah yang dipancarkan oleh objek itu sendiri, suhu permukaannya dapat ditentukan secara akurat, yang merupakan dasar objektif dari pengukuran suhu radiasi inframerah.
Prinsip Termometer Inframerah Benda hitam adalah radiator ideal, ia menyerap semua panjang gelombang energi radiasi, tidak ada refleksi atau transmisi energi, dan emisivitas permukaannya adalah 1. Namun, objek sebenarnya di alam hampir tidak merupakan benda hitam. Untuk mengklarifikasi dan memperoleh distribusi radiasi inframerah, model yang sesuai harus dipilih dalam penelitian teoretis. Ini adalah model osilator terkuantisasi radiasi rongga tubuh yang diusulkan oleh Planck. Hukum radiasi benda hitam Planck diturunkan, yaitu radiasi spektral benda hitam yang dinyatakan dalam panjang gelombang. Ini adalah titik awal dari semua teori radiasi inframerah, sehingga disebut hukum radiasi benda hitam. Selain panjang gelombang radiasi dan suhu objek, jumlah radiasi semua objek sebenarnya juga terkait dengan faktor-faktor seperti jenis material yang membentuk objek, metode persiapan, proses termal, dan keadaan permukaan serta kondisi lingkungan. Oleh karena itu, agar hukum radiasi benda hitam dapat diterapkan pada semua objek nyata, faktor proporsionalitas yang berkaitan dengan sifat material dan keadaan permukaan harus diperkenalkan, yaitu emisivitas. Koefisien ini menunjukkan seberapa dekat radiasi termal objek nyata dengan radiasi benda hitam, dan nilainya berada antara nol dan nilai kurang dari 1. Menurut hukum radiasi, selama emisivitas material diketahui, karakteristik radiasi inframerah dari objek apa pun dapat diketahui. Faktor utama yang memengaruhi emisivitas adalah: jenis material, kekasaran permukaan, struktur fisik dan kimia, serta ketebalan material.
Saat mengukur suhu suatu target dengan termometer radiasi inframerah, pertama-tama ukur radiasi inframerah target dalam pita spektrumnya, kemudian suhu target yang telah diukur dihitung oleh termometer. Termometer monokromatik berbanding lurus dengan radiasi dalam pita spektrum tersebut; termometer dua warna berbanding lurus dengan rasio radiasi dalam kedua pita spektrum.
Aplikasi:
Termometer Inframerah Aman Intrinsik CWH800 adalah generasi baru termometer inframerah aman intrinsik cerdas yang terintegrasi dengan teknik optik, mekanik, dan elektronik. Termometer ini banyak digunakan untuk mengukur suhu permukaan objek di lingkungan yang mengandung gas mudah terbakar dan meledak. Fitur-fiturnya meliputi pengukuran suhu tanpa kontak, panduan laser, tampilan backlit, penyimpanan tampilan, alarm tegangan rendah, mudah dioperasikan, dan nyaman digunakan. Rentang pengujiannya adalah dari -30℃ hingga 800℃. Di seluruh Tiongkok, belum ada termometer yang mampu menguji suhu lebih tinggi dari 800℃.
Spesifikasi Teknis:
| Jangkauan | -30℃ hingga 800℃ |
| Resolusi | 0,1℃ |
| Waktu Respons | 0,5 - 1 detik |
| koefisien jarak | 30:1 |
| Emisivitas | Dapat disesuaikan 0,1-1 |
| Kecepatan Penyegaran | 1,4Hz |
| Panjang gelombang | 8um-14um |
| Berat | 240g |
| Dimensi | 46,0 mm × 143,0 mm × 184,8 mm |







